Akal dan Nafsu


Suatu ketika Allah swt. memanggil Akal dan Nafsu kemudian bertanya kepada keduanya.

Allah swt.: “Hai akal, Aku ini siapa? dan kau itu siapa?”
Akal: “Anta Rabbi (Engkau Tuhanku), dan aku adalah salahsatu makhluq ciptaanMu.”
Allah swt.: “Hai nafsu, Aku ini siapa? dan kau itu siapa?”
Nafsu: “Anta anta (Engkau Engkau), ana ana (saya saya)***
Akal tunduk pada perintah dan kehendak Allah, sedang nafsu menjawab dengan sombong. Allah lalu menghukum nafsu di lautan, dengan tidak memberinya makan dan minum selama 1000thn. Lalu Allah mengentasnya kemudian bertanya lagi, barulah nafsu menjawab dengan benar.

Nafsu ada yang baik dan ada yang buruk. Maka dari itu nafsu harus terus dikelola, dilawan, bahkan ditundukkan oleh manusia. Bagaimana caranya? Lewat riyadhoh (latihan) jasmani dan ruhani seperti; puasa, dzikir, dlsb. Sebagai contoh kecil saja: Coba kita turuti nafsu makan kita terus-menerus tanpa henti? Apa reaksi dari tubuh kita? Jihad besar itu bukan perang. Tapi Jihad besar itu adalah melawan hawa nafsu. Istiqomah, yakin menang atau malah tersiksa?
Melawan hawa nafsu?

(statuwit — #aqlnafs) Cerita hikmah ini diambil dari Futhuhat Makiyyah Syekh Muhyiddin Ibnu ‘Arabi

About Tirtayasa

NOTHING TO LOSE. The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Juli 28, 2012, in Oase and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photos that speak more than thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 287 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: