KARENA ULAHMU SENDIRI


Siapa yang tak suka puisi, sajak? Begitu pula dengan saya. Terkadang ketika tak ada teman untuk curhat, saya lebih suka mencurahkannya dalam bentuk tulisan. Dan menurut saya, itu adalah curhat teraman, karena selain tak ada oranglain yang tahu. ya, bisa sedikit mengalihkan perasaan tertekan ataupun masalah yang selalu saja ada dalam hidup ke dalam hal yang positif dan lumayan menyenangkan. Tapi tentu saja curhat ini bukan bermaksud mencatat masalah dan problematika hidup dalam sebuah ruang memorabilia kertas maupun diary. Yup, let’s write..

KARENA ULAHMU SENDIRI
Jangan salahkan siapapun atas hancurnya dirimu.
Maki saja dirimu sendiri.
Lalu pikirkan apa yang harus kamu lakukan selanjutnya.
Demi hidupmu sendiri.

HANYA AKU
Hanya aku yang tahu rasanya jadi aku.
Hanya aku yang paham betapa ramainya berbicara dalam sunyinya malam.
Hanya aku yang menyelami rumitnya pemikiran tentang kesempurnaan segala.
Hanya aku yang bersedih kala kegelapan hatiku bertambah pekat.
Hanya aku yang sanggup menerjang kepiluan jiwaku sendiri.
Hanya aku yang merupakan obat dari sakitku selama ini.
Hanya aku yang merasakan bahagia dan sedihku.
Hanya aku yang mengerti keperluan dan kesanggupanku.
Hanya aku yang tahu pengembaraan hidupku.
Hanya aku yang melihat bersih dan nistanya diriku.
Hanya aku yang berjuang demi kelangsungan kebahagiaanku sendiri.
Selamanya, Hanya Aku.

AKU INGIN KEMBALI
Terpenjara aku di batas kota Serang-Bandung.
Aku memulai semua dari tempat ini,
mengenal segala juga gelombang impian yang kuwujudkan dalam tatihku.
Kini, aku rasa letih,
bayangan malaikat mulai memudar.
Iblis-iblis membawaku dalam gelora benci.
Dendam kemunafikan membuatku tak mengenali diri sendiri.
Aku dipenuhi nista dan hina,
dan sekarang aku tak punya jalan lari menjauh.
Aku harus menghadapi,
menyerang semuanya agar aku bisa lepas merdeka dari jerat-jerat.
Ingin kuteriakan pada dunia.
Aku ingin kembali ke pangkuanMu,
Tuhan.

PULANG
Aku pulang.
Dengan penuh harap.
Agar Tuhan memaafkan.
Berpaling dan memanjakanku kembali.
Apapun akan ku korbankan.
Agar Kau mampu menerimaku
kembali, Tuhan…

HANYA MAU
Aku hanya mau Tuhan, melihatku kembali.
Aku hanya mau Tuhan, bercinta kembali denganku.
Aku hanya mau Tuhan, yang melihatku utuh dan tulus.
Aku hanya mau Tuhan, memelukku kembali dengan cintaNya.
Aku hanya mau Tuhan, memaafkanku.
Aku hanya mau Tuhan, merindukanku kembali.
Aku hanya mau Tuhan, mencintaiku lagi.
Aku hanya mau Kau, Tuhan!

SIMBOL
Pandanganmu selaras dengan pandanganku.
Senyummu menafsirkan seluruh senyumku.
Kata-katamu menyulutkan sejalan pada kata-kataku.
Gerak-gerikmu adalah simbol gerak-gerik ku.
Tapi akankah Tuhanku sama dengan Tuhanmu?
Aku sayang padamu.

Tulisan yang seperti ini biasanya saya posting di multiply, alamatnya rahasia. Maklum tulisan saya yang seperti ini tak ingin dibaca orang banyak dan cukup jadi konsumsi segelintir orang saja. Privacy isn’t crime. Piracy is crime, isn’t? Enjoy this life, whatever it takes..

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Januari 15, 2010, in Puisi and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. pengen banget bisa nulis kaya gitu.

    • Tirtayasa Hidayatullah

      bukannya cewe paling gampang buat dapet ilham n biasanya suka nulis di diary kan, hehe.. ngalir aja nulis mah.. thank’s dah mampir n baca tulisan ini..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: