KALIAN


KALIAN (Untuk Semua Yang Merasa Berkuasa atas Pihak lain)

Atas segalanya
budaya memberikan semua atas kalian
seolah kalian adalah penguasa bumi

kepemimpinan,kekuatan, kekuasaan,keperkasaan, seakan-akan hanya kalian yang bisa lakukan
harkat, martabat, derajat, hanya seolah sempurna jika kalian yang miliki

ilmu pengetahuan, kecerdasan, keahlian, jiwa, cinta, libido, marah, keangkuhan, keras, tegas dengan angkuhnya kalian katakan, hanya kalian yang punya

kreatifitas, ruang publik, suara lantang, bergaul, berteman dengan siapapun, bergerak merdeka, berfikir bebas menurut kalian, hanya kaum kalian saja yang selalu punya
Bahkan dalam penafsiran kalian bahwa Tuhan adalah berwujud kalian

HUJAN DI MALAM ITU

Menyalakan rasa yang tanpa rasa.
Keinginan bercampur nafsu menggulungku.
Penasaranku memang terjawab walau tak sepenuhnya.
Namun kini sesal kualami.
Andai ada jalan kembali.
Tapi aku sendiri tak tahu jawab hatiku padanya dan padaku.
Adakah maaf hatiku untuk diriku dan dirinya.
Atau aku lari saja dari sisi ini.
Karena aku memang tak pernah takut mengambil resiko.

Yang aku tahu
Aku masih bertahan dan terus berusaha agar Tuhan mencintaiku lagi dengan maafNya yang pernah kukoyak.

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Maret 1, 2010, in Puisi and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: