Au Revoir [Untitled]


Au Revoir [Untitled]

Kapan bisa ngopi bareng lagi?
Kapan bisa hunting foto lagi?
Kapan bisa jalan kaki ngabring bareng lagi?
Kapan bisa camping lagi?
Kapan bisa hiking lagi?
Kapan bisa kumpul kumpul lagi?

Duniaku sayang duniaku malang. Kau pun terlupakan. Hmm, mungkin bukan terlupakan tapi sengaja untuk dilupakan.
Sanggupkah?

Aku hanya ingin luruh disela persinggahan perjalanan yang mewarnai langit beraroma pucat saat disergap hujan.
Kemudian melontarkan caci pada pelangi yang merebut sekeranjang merah strowberry,
Jingga yang menggantungi senja, dan hijau yang paling saat bersemayam pada klorofil.

Lalu melemparkan maki pada pelangi yang juga mengaku ngaku pemilik sejati dari biru, nila dan ungu.
Ah, hanya mencoba mengembalikannya pada tempatnya semula, tempat dimana seharusnya ia berada bukan?
Itu saja..

/—-****—-/

Selamat jalan..
Selamat berpisah..

Aku tak ingin melarut dalam duka cerita masa lalu yang kini lekat terkubur dekapan waktu.
Sejatinya, kita hanya akan berpetualang sendiri pada akhirnya.
Mewarnai kanvas baru milik kita sendiri, bersama seseorang yang baru.

Aku merasa tak harus takut dan kecewa pada keadaan yang ada.
Yang perlu kuinsyafi hanyalah titik merah pada nurani, ia takkan padam selama ada kesadaran di hati.
Yang aku tahu,
Aku masih bertahan dan terus berusaha agar Tuhan mencintaiku lagi dengan maafNya yang pernah kukoyak.

Jika kata sahabatku begini “senantiasa tumbuhkan setitik asa dalam hatimu, meski keadaan sekelilingmu mulai memojokkan, mengabaikan, melupakanmu. percaya saja akan jalan kuasaNya dan tetap dalam jalan ikhtiar. jangan menyerah, meski kau terpaksa harus menjalani hidupmu sendirian. jangan takut, karena engkau lelaki. dan jadi lelaki harus punya semangat dan tanggungjawab.”

Aku akan tetap berdiri meski dibawah teriknya mentari, di derunya angin, di pusaran arus ombak lautan. Dan melewati hidup yang penuh intrik dan liku ini.
Meski sendiri..
SkenarioMu lah yang paling mahakarya diantara beribu puisi dan sajak,
yang pernah kubaca dan kubuat.

Asah penamu, simpan kecewamu.
Karena semua akan indah pada waktunya.
Hidayah tak perlu dicari, Ia akan datang menemuimu tanpa pernah kau sangka dan duga.

Setelah berjalan cukup jauh maka kitapun pada akhirnya harus kembali kepada titik dimana kita tak saling mengenal.

dedicated to: all my beloved friends and rivals in every place that we’ve through together……….

Go, giving up your home.
Go, leaving all you’ve known.
You are not alone!
Go, giving up your home.
Go, leaving all you’ve known.
You are not alone.
LP – Not Alone.

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Maret 1, 2010, in Goresan and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: