Terlalu Banyak..


Ya Allah..

Terlalu banyak gurauku daripada seriusku.

Terlalu banyak putus asaku daripada usahaku.

Terlalu banyak dendamku daripada cintaku.

Terlalu banyak dosaku daripada amalku.

Terlalu sungguh terlalu diriku ini!

Telah jauh aku berpaling dari jalan-Mu, telah kusia-siakan hidayah-Mu ini..

Masih pantaskah aku bersama (disebut) orang-orang yang beruntung..

Semoga dan semoga masih ada waktu..

Semoga, aku masih pantas..

Aku ingin tetap merangkai mimpi dan berjuta keinginan..

Dan yang paling penting jangan kau tutup nikmat dan karunia-Mu..

Meski sungguh aku ini makhluk yang sangat keterlaluan dan melewati batas.

Aku yakin (atas ‘ainul yaqin dan ‘ilmal yaqin) Engkau pasti memaafkan.. Jangan kau ambil hidayah ini dariku..


Biar semua itu terlalu banyak kau nyatakan dan rasakan sampai tak ada lagi gurau, putus-asa, tanya dan dendam tinggal di hatimu dan di diammu serta hening alam kau dapat bisikan tahu bahwa semua itu ‘tuk antarmu pada hanya satu jalan -lurus-. Jika teguh keyakinan Ia amat kaya, bijak dan kasih, ucapkan syukur ceria, nikmat pengertian, nikmat berusaha tanpa terlalu peduli hasil, mengasihi tanpa harap balas, rasa sejuk dan segar tinggal hatimu.

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Maret 28, 2010, in Puisi and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: