Mata-Mata..


Tubuh ini menggigil,
Kala mata mereka menatapku tajam,
Seolah hendak menelanku.

Pandangan mereka menelanjangiku,
Seolah tak ada satu kainpun di tubuhku.

Aku tersenyum kaku dalam sunyi,
Demi menenangkan jiwaku.
Dari pandangan mata-mata singa itu.

Biar saja mata-mata itu,
mempergunjingkan aku.
Dalam praduga iblis.
Aku tak mau ikut ke neraka,
Bersama mata-mata mereka.

Aku cuma bisa diam,
dalam bungkam.
Aku kan melangkah,
menjauh dari mata-mata mereka.

Walau ku tahu dimanapun aku berada,
mata-mata itu akan selalu,
mengawasi dan mempergunjingkan aku.

Disudut ruang, makin tersudut.
Diburu tanya dan tuduh.

*Kita lebih mudah menderita berkepanjangan karena asumsi dan persepsi, bukan karena penderitaan yang sesungguhnya.

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on April 29, 2010, in Puisi and tagged . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: