Si Sukses dan sahabatnya Si Salah..


Saya adalah orang yang sangat senang berkhayal. Salah satu khayalan saya pada malam hari adalah bagaimana sebagian orang bisa sukses sementara yang lain tidak. Lalu saya mencoba untuk membaca berbagai kisah sukses dari orang-orang terkenal seperti Bill Gates, Richard Branson, Donald Trump, Robert Kiyosaki, Steve Jobs,dll. Ternyata salah satu rahasianya adalah jangan pernah takut untuk melakukan kesalahan. Klasik memang. Hampir semua orang tentu tahu tentang hal ini. Tapi hanya sebagian orang yang benar-benar mempraktekkannya.

Masalahnya kita sering kali di didik untuk tidak melakukan kesalahan baik dalam pendidikan formal di sekolah, didikan orang tua, maupun lingkungan. Dalam bukunya, Kiyosaki menyebutkan bahwa perbedaan seorang pemenang dengan pecundang adalah Pemenang tidak pernah takut gagal sedangkan Pecundang sangat takut gagal. Pada kenyataannya para pecundang memang tidak pernah gagal, tetapi mereka juga tidak pernah meraih kemenangan karena hasrat untuk menang mereka dikalahkan oleh rasa takut.

Jika dipikir-pikir sepertinya betul juga. Saya ingat dulu ketika saya dapat kelas musik di sekolah menengah. Ketika itu kami belajar alat musik sejenis suling (saya lupa namanya). Gurunya terkenal galak dan suka memarahi siswa. Pada saat itu saya sama sekali buta soal musik sehingga tiupan suling saya kacau balau. Tidak ada nada indah pada suling saya, yang ada malah suara bising serta nada yang tidak berirama. Setiap saya melakukan kesalahan saya selalu dimarahi. Semenjak itu saya menjadi takut salah meniup suling. Akhirnya saya menjadi seorang pecundang setidaknya di bidang musik suling. Sampai sekarang saya tidak bisa menciptakan sebuah irama yang aduhai di telinga dengan menggunakan suling. Atau bahkan saya memang pecundang dalam bidang musik karena tak bisa memainkan semua alat musik, mungkin lebih enak pilih jadi vokalis karena paling sering disorot kamera, haha..

Saya juga ingat dulu ketika ingin Install ulang windows serta mem-partisi hardisk pertama kali. Karena kesalahan saya akhirnya hardisk saya malah terformat dan semua data hilang seketika. Terpaksa PC saya harus dirawat di tukang servis. Di tukang servis saya lalu berkonsultasi dan akhirnya saya tahu kesalahan saya dimana. Alhamdulillah akhirnya data saya bisa kembali dan sampai sekarang saya bisa install ulang, partisi, ngotak ngatik, membetulkan komputer sendiri bahkan orang lain atau hal lain yang orang lain belum tentu bisa/ketahui dari sebuah komputer. Kebanyakan orang tidak bisa melakukan itu karena takut. Takut komputer rusak, takut data hilang, takut keluar uang. Pada awalnya saya juga tentu takut, tetapi dari pada menyerah pada rasa takut saya lebih memilih mengendalikan rasa takut tersebut. Just do it saja, rusak ya beli lagi..

Manusia merupakan makhluk yang belajar dari kesalahan-kesalahannya. Ini merupakan sifat alami manusia. Jika anda bisa naik sepeda, tentu anda ingat bagaimana anda belajar naik sepeda. Mungkin tidak terhitung sudah berapa kali anda jatuh. Tetapi keinginan untuk bisa naik sepeda lebih besar dari pada rasa takut jatuh. Hasilnya anda sukses dalam menjalankan sepeda bahkan sampai tidak perlu berpikir. Semua itu adalah karena kita belajar dari kesalahan. Berdasarkan buku yang saya baca (lupa judul bukunya apa, hehe), hal ini merupakan salah satu dasar yang harus kita ingat jika kita ingin sukses. Sukses di sini adalah sukses dalam berbagai hal, baik itu pekerjaan, bisnis, bahkan cinta.

Valentino Rossi. Sebelum menjadi juara dunia terkenal sebagai pembalap yang paling sering jatuh di lintasan ketika masih muda. Tapi lihat dia sekarang, jadi juara dunia. Wright bersaudara sang penemu pesawat terbang sempat gagal dalam beberapa kali percobaannya. Mereka bahkan dihina dan diejek sebagai orang gila karena ingin terbang. Tapi akhirnya mereka berhasil. Jika bukan karena mereka mungkin sampai saat ini tidak ada yang namanya pesawat terbang. Orang yang kaya karena bisnisnya biasanya juga pernah bangkrut dalam usahanya. Namun mereka bangkit dan menjadi kaya raya.

Saya kenal dengan beberapa pria yang memiliki hubungan yang sangat baik dengan pasangannya. Kebanyakan dari mereka pernah gagal dalam hubungan mereka. Tapi mereka tidak takut untuk membangun sebuah hubungan yang baru. Mereka belajar, berkembang dan berhasil. Kesimpulannya jangan pernah takut untuk membuat kesalahan. Tetapi juga jangan pernah mau membuat kesalahan. Kita tetap harus membenci kekalahan. Ada perbedaan antara membenci kekalahan dengan takut kalah.

Analoginya seperti seseorang yang membenci kecoa tetapi tidak takut untuk membunuhnya. Jangan sampai rasa takut mengalahkan hasrat anda untuk berhasil. Pepatah lama menyebutkan “Kegagalan adalah awal keberhasilan yang tertunda.”. Saya punya pepatah lain yang hampir mirip “Si Sukses dan si Salah adalah sahabat, dimana jika ada si Salah maka akan ada si Sukses yang mengikutinya.”. Artinya jika kita takut atau segan dengan yang namanya si Salah, maka kita juga tidak akan dekat dan berteman dengan yang namanya Sukses.

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Mei 3, 2010, in Gado-Gado and tagged . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: