Saya Mungkin Lupa.


Saya mungkin lupa banyak hal selama ini.

Hal-hal yang harusnya tidak saya lupakan.

Ya!

Saya mungkin lupa. Bahwa masa lalu tidak bisa kembali dan adalah sia-sia memutarnya berulang-ulang dalam slide memori.

Saya mungkin lupa. Tak perlu lama-lama memeluk luka hati dan memelihara rasa yang tidak semestinya.

Saya mungkin lupa. Bahwa kesendirian itu bukan cela. Bahwa kesepian itu saya yang menciptakan sendiri dan kesunyian tak akan pernah mengambil alih bila tidak kita ijinkan.

Saya mungkin lupa. Ada yang lebih dan lebih penting dari sekedar melankolia melankolia berjudul cinta.

Ada banyak warna selain warna merah jambu dan banyak bentuk selain bentuk hati.

Banyak hal yang lebih penting seperti mengasah nurani yang makin menumpul, menghasilkan karya, dan mewujudkan mimpi.

Pada akhirnya memang harus..

Pada akhirnya harus menyadari bahwa sulur-sulur airmata tidak menumbuhkan apa-apa.
Bahwa segala melankolia pantasnya dilempar ke alpha centaury. Biar terbakar.
Pada akhirnya harus berhenti menyesali lalu berdiri pada ke’diri’an yang baru.
Menjaring lagi semua optimisme dan harapan yang sempat hilang.
Pada akhirnya harus kembali pada jalan lurus itu.
Jalan yang mereka sebut jalan cahaya.

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Mei 28, 2010, in Puisi and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: