Masyarakat Frustrasi


Hidup menjadi sangat menarik untuk dibahas dalam kacamata manusia, karena tentu saja hal ini tidak menarik bagi hewan, tumbuhan bahkan tanah atau air. Hidup telah melahirkan kehidupan yang intinya adalah sejumlah masalah yang dihadapi manusia pada setiap helaan nafasnya. Pada tatanan kehidupan manusia paska modern, permasalahan kehidupan terus meningkat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

Bertambahnya solusi teknologi dan kemudahan terhadap berbagai solusi pemenuhan kebutuhan manusia, telah menghasilkan kompleksitas masalah yang tentu saja lebih rumit dan sangat kompleks. Hal ini mengantarkan para ilmuan dan penemu untuk tidak pernah berhenti berbuat sementara setiap penemuan dan inovasi selalu melahirkan masalah yang baru.

Ketidakseimbangan pengetahuan yang dimiliki manusia satu dengan yang lain, telah memberikan peluang yang besar pada terbentuknya palung pemisah antara si “pandai” dengan masyarakat jelata. Si Pandai selalu menjadi yang terhormat dan mendapat hak yang lebih karena kepandaiannya. Sedangkan si “jelata” selalu terjebak dalam ketidakberdayaan, yang mengantarkan mereka kepada ketidakmampuan bicara atau “ketidak-mengertian” pada duduk persoalan pada sisi si “pintar”.

Maka wajar jika fenomena ini menunjuk pada sebuah keadaan dimana si “pandai” selalu mengatakan bahwa mereka sudah berupaya sekuat tenaga (dengan menghabiskan waktu, tenaga, perhatian dan bahkan uang si “jelata”) untuk si “jelata”; sementara si jelata tetap mengatakan: “kami tidak pernah MERASAKAN hal itu”. Maka hari ini terjadilah beberapa gejala perilaku pada si “jelata” dan atau yang mewakilinya dalam bentuk atau terminologi:

  1. Stress (kalut, waswas, takut, dst)
  2. Illness (sejumlah penyakit karena hilangnya rasa damai dalam diri manusia)
  3. Violence (kekerasan akibat ketidakmampuan dan ketidakmengetian dalam mengatasi masalah hidup)
  4. Domestic violence and abuse (Kekerasan dan Pelecehan yang bisa jadi akibat kekerasan dan pelecehan yang diterimanya pada waktu sebelumnya)
  5. Mental Illness (Penyakit Mental dengan sebutan mental disorder, psychopath, dsb yang berdasar pada referensi jumlah terminologinya bertambah secara signifikan dari waktu ke waktu
  6. Alcoholism and drug abuse (penggunaan alkohol dan obat-obatan untuk bisa mengeluarkan manusia dari jeratan masalah dan mengantar mereka pergi ke dunia lain yang begitu indah)
  7. Road rage (Orang turun ke jalan, bahkan mungkin berujung pada anarki)
  8. Homicide (Pembunuhan karena hal-hal yang sudah tidak bisa diselaraskan, sehingga harus dilenyapkan atau oleh sebab ketakutan akan terbukanya sisi buruk kehidupan seseorang)
  9. Suicide (Dan terakhir adalah hilangnya harapan pada kehidupan dan pemilik hidup yang maha hidup)

Jika kita amati, ujung dari semua itu pada sisi skala paling rendah dalam mistar harapan hidup adalah “bunuh diri”. Sementara ujung sisi mistar yang lain adalah keyakinan penuh akan pertolongan Tuhan terhadap besarnya “harapan” akan hidup.

MAKA: “bunuh diri” adalah perilaku yang sangat mungkin merupakan indikator terburuk pada masyarakat frustrasi pada masyarakat yang mendasarkan hidupnya pada kehidupan beragama.

Kesimpulan:

  • Masyarakat frustrasi dapat dilihat dari perilaku individu yang memiliki rasa takut dan keputusasaan dalam menghadapi masalah kehidupan yang disikapi secara negatif.
  • Sejumlah hal yang mengantarkan seorang individu dan masyarakat mendapat indikasi pada kecenderungan bersikap negatif pada kehidupan dapat dikategorikan sebagai perbuatan “keji” yang bisa jadi “baik” dalam kaca mata manusia namun “tidak disukai” dari kaca mata TUHAN.

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Juni 9, 2010, in Goresan and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: