Harusnya Seperti…???


Seandainya manusia tahu bahwa keberadaanya adalah untuk sesuatu yang indah, sesuatu yang berharga, sesuatu yang sempurna, ya sebuah kesempurnaan yang begitu dekat namun begitu sulit menggapainya, sesuatu yang apabila kita tergerak untuk mendekatinya maka Ia akan lebih mendekat, sesuatu yang seakan-akan jauh ternyata ia adalah bagian kita, bagian hidup yang tak terpisahkan, mengapainya bukan perkara mudah tapi butuh pengorbanan nyata dan bukan hanya sekedar wacana, kita kadang menapikan segala campur tangannya padahal kita tahu bahwa kita bukan kita sebenarnya, segala cita yang kita raih adalah hasil rekayasanya, rekayasa yang kitapun tak tahu arahnya…

Jika relung terdalam diri kita berontak akan ketidakpastian arahnya maka sebetulnya ia ingin buktikan bahwa ia adalah penunjuk arah yang harus ditempuh, ia sesosok yang tak bisa diungkap oleh apapun selain oleh kedalaman iman akan keberadaannya…. Ia inginkan segalanya berjalan seperti adanya ia mengatur rencana, ia inginkan kebersamaan disetiap ujian yang ia rancang… Ya ia hanya inginkan kita bersamanya walau bagaimanapun keadaan kita, sebetulnya ia inginkan kita tetap dalam pelukannya, namun sayang kadang kita salah mengartikan segala arahannya. Ia inginkan kita menjadi sosok ideal di hadapanya. Ia mengharapkan kita menjadi….

Pribadi yang muslim
berhati emas, berpotensi prima
yang dikala damai
Anggun petaka kijang dari padang perburuan
yang dikala perang
perkasa bak harimau kumbang

Ia perpaduan manis empedu
satu kali dengan kawan
lain kali dengan lawan
yang lembut dalam berbahasa
yang teguh membawa suluh

Angannya sederhana
Citanya mulia
Tinngi keutamaan dalam hati-hati
tinggi budi, rendah hati

Ialah sutera halus ditengah sahabt lurus
Ialah baja
ditentangnya musuh durhaka
Ia ibarat gerimis atau embun tiris
yang memekarkan bunga-bunga
yang melambaikan tangkai-tangkai
ia juga puting beliung
yang melemparkan ombak menggunung
yang menggoncangkan laut kerelung-relung
ia juga penumbang segala belantara
segala sahara

Ialah pertautan agung iman Abu Bakar
perkasa Ali
papa Abu Dzar
teguhnya Salman

Mendirinya ditengah massa yang bergoyang
ibarat lentera ulama ditengah gelita sahra
ia pilih syahid fisabilillah atas segala kerusi dan penghormatan

Ia menuju bintang
menggapai malaikat
ia tentang tindakan kuffar
maka nilainya pun membumbung tinggi
harganya semakin tak terperi
maka siapakah yang akan snggup membelanya
kecuali Rabb-Nya?

“Syair karya pujangga besar Muhammad Iqbal (IDEALNYA SEORANG PEMUDA)”
taken from ” andaikan bintang itu seorang akhwat” anonim

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Juni 14, 2010, in Puisi and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: