Puisi Malam


Aku Serigala Malam

Aku terlempar ke sebuah sudut kehidupan
Di dalam kedai–kedai kecil, dan
Di bawah remang–remang lampu perkotaan
Yang beralaskan permadani nafsu kebiadaban

Di kedai kecil itu mereka menghampiri ku
Mereka kelelawar hitam, tikus–tikus busuk
Bahkan buaya kota ingin memangsaku
Karena ku di anggap kupu–kupu malam

Betapa mereka lupa
Dengan setetes kekejian, yang
Mereka tumpahkan padaku
Akan menumbuhkan taring, dan
Cakar–cakar keberanian ku

Aku kupu–kupu yang akan menjadi srigala malam
Jika tak di beri bumbu kehormatan
Dari daging-daging berbau busuk
Oleh harta yang di makan

Pandeglang, 05 Nurwa Azzahra

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Juni 14, 2010, in Puisi and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: