Insomnia


Adakah jiwa hendak menyanyi bersama.
Menikmati kabut asap, membikin segar segala darah,
Atau kita sekedar saling menatap.
Membuatku tak kosong lagi.

Lupakan sejenak, bon, wanita, juga hasudmu.
Mari tertawa untuk yang putus cinta.
Semoga ia kembali
menjadi lelaki pendaki.
Menari dengan tarian edan tak memola.
Jangan sungkan, pinjam korekmu dan hisap rokokku.
Pinjam gelasmu dan minum arakku.
Kita telanjangi malam sepenuh hati,
Dan menyamakan suara kita dengan kokok pejantan.

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Juni 28, 2010, in Puisi and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: