Diam


Kini diam telah menjadi bahasa paling universal diantara kita..
Tak perlu banyak bicara, saling memahami keadaan sepertinya..
Aku takut terjadi gagal paham diantara kita dan melahirkan konflik yang tak semestinya..
Maaf aku selalu mengecewakanmu….
Maaf aku masih belum juga berani menjadi lelaki bertanggungjawab….
Maaf atas semuanya..

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Juli 12, 2010, in Goresan and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: