Engkaukah Sahabatku??


Sudah puluhan tahun, kami tidak pernah bertemu. Ketika di suatu siang yang terik, saya melihat wajah yang garis-garisnya sangat saya kenali. Edi teriak saya, Dia pun menoleh dan kami berpelukan melampiaskan rindu. Edi, teman bermain saya ketika SD. Kami berpisah ketika kelas 4 SD. Saya pindah ke kota Cirebon, karena ayah saya mendapat tugas memimpin sebuah panti rehabilitasi sosial. Lama saya mengamati wajah Edi yang tampak tua di usianya yang 44 tahun.

Saya lantas bertanya, kerja dimana Ed, atau kamu jadi pengusaha? Jauh diluar dugaan saya, Edi menjawab lirih, sejak puluhan tahun lalu saya jadi tukang beca, jawab Edi dengan pandangan yang polos.
Jadi pengayuh becak, terus dulu kamu sekolah sampai mana?
Tanya saya lagi bertubi-tubi, sambil berjalan menuju rumah kerabat saya.

Saya berhenti sekolah kelas 4 SD, saya keluar.
Bapak saya tidak bisa membiayai saya, jawab Edi pendek.
Saya lantas ingat ayahnya Edi, juga seorang pengayuh becak.
Bagaimana kabarmu Bud, berapa anakmu? kelas berapa yang besar? Saya mendengar suara Edi, tampak jadi samar-samar.
Yang kemudian terpikir adalah “betapa saya lalai kepada teman-teman lama saya, betapa saya asyik dengan dunia saya, betapa saya kurang memperhatikan mereka yang mengingat kita terus dan menjadikan diri kita istimewa di hati mereka.”

Seperti Edi yang begitu bersahabat dan sangat hangat menyambut perjumpaan dengan saya, setelah puluhan tahun kami tak bertemu. Wajah Edi juga jadi samar-samar, ketika saya membayangkan kemiskinan yang membayang diwajahnya.

Edi, drop out kelas 4 SD hanya 1 tahun setelah kami berpisah. Dia tinggal di rumah gubuk sederhana sekali di sebuah desa di purwakarta, dengan istri dan anak-anaknya. Becak yang puluhan tahun jadi alat kerjanya hanya mampu memberi sedikit saja uang setiap harinya.

Sahabat MQ berapa banyak Edi di sekitar kita?
Berapa banyak anak-anak yang drop out dan tidak melanjutkan sekolah? Berapa banyak orangtua yang miskin dan tidak mampu membiayai pendidikan anak-anak mereka?
Berapa banyak orang miskin di negeri kita?
Tapi… Berapa besarkah perhatian kita pada orang-orang miskin?
Pada orang-orang yang termiskinkan, terpinggirkan, tersia-siakan di pojok-pojok peradaban.

Mengenang Edi membuat saya, harus bersujud syukur kepada Allah ar-Rahman ar-Rahim.
Yang t’lah melimpahkan begitu banyak nikmat dalam hidup saya. Mengenang Edi membuat saya, merasa sangat beruntung dalam hidup. Saya tiba-tiba merasa menjadi orang yang sangat kaya.
Ya Allah, terima kasih telah Engkau sayangi hamba dengan kasih sayang yang begitu tulus.
Ya, Allah betapa banyak dosa hamba, tapi kasihMu tiada terbatas. Bukan hanya kepada mereka yang sholeh Engkau mengasihi, tapi bahkan kepada para pendosa Engkau beri kesempatan untuk bertaubat dan berbuat sesuatu dalam hidup yang Kau berikan.

Ya, Allah betapa sabarnya Engkau melihat segala dosa dan kesalahan kami sambil Engkau tetap memelihara kami, memberi rizqi kepada kami, melindungi pasangan kami dan anak-anak kami.

Ya, Allah ampunilah segala dosa dan kezaliman kami, ketidakpedulian kami kepada hamba hamba-Mu yang lemah yang sedang Kau uji dengan kesulitan, kelemahan, kelelahan dan segala kekurangan.

Sahabat MQ,

Semoga kita dapat melepaskan diri dari belenggu kelemahan, kemalasan dan ketertindasan.

Selamat menancapkan target dan semangat baru dan menjadi bagian dari barisan Rasulullah SAW. yang semangatnya menembus waktu dan melintasi jaman dan menjadi pribadi-pribadi yang membebaskan manusia dari belenggu kemiskinan, kebodohan dan keterpurukan.
Ustadz. Budi Prayitno – MQ FM

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Juli 15, 2010, in Goresan and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: