Tak Ada Tempat


“Tak ada lagi tempat untuk kesepian dan renungan.”
atau……
Selalu tiba saatnya kita harus memilih antara renungan dan tindakan.
Begitulah hakikatnya menjadi manusia.
Kepedihan-kepedihan itu mengerikan.
Namun untuk hati yang memiliki kebanggaan, di situ tidak mungkin ada pilihan tengah.
Ada tuhan atau waktu, salib atau pedang.
Dunia ini mempunyai arti yang lebih tinggi yang melampaui segala hiruk pikuknya,
atau tidak ada suatu pun yang benar selain hiruk pikuk itu.

Sisifus-Camus

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Juli 30, 2010, in Goresan and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: