Pelajaran Mencintai


Dalam buku The Art of Loving, Erich Fromm menulis bahwa ; “manusia modern sesungguhnya adalah orang-orang yang menderita.” Penderitaan tersebut dikarenakan oleh kehausan mereka untuk DICINTAI. Mereka berusaha keras untuk dicintai. Para istri berusaha melangsingkan tubuh mereka agar dicintai suaminya, para polotikus tidak segan-segan menipu dan berdusta agar dicintai oleh pemilih dan pengikutnya. Yang dilakukan oleh manusia modern adalah upaya untuk DICINTAI, bukan upaya untuk MENCINTAI. Dalam kehidupan ini kita temukan bahwa semakin keras manusia berusaha untuk dicintai, semakin sering pula mereka gagal dan kecewa. Oleh karena itu, manusia modern mengalami gangguan psikologis karena kegagalan untuk dicintai.

Dalam buku The Art of Loving, mengisahkan para istri yang akhirnya mengisi malam-malam mereka dengan tangisan dan penderitaan, karena tak kunjung memperoleh cinta suami mereka. Pada satu bagian dari buku itu, Fromm menulis, : “Mungkin sudah waktunya bagi kita memberitahu mereka untuk belajar MENCINTAI.”. Kebahagiaan hidup kita bergantung pada apa yang kita cintai. Kebahagiaan tidak dapat diperoleh dengan dicintai.
Datanglah ke sebuah toko buku, disana akan ditemukan banyak buku yang berisi kiat-kiat untuk dicintai.
Selama ini kita diajari bahwa proses mencintai itu merupakan proses ketidaksengajaan, bukan lah merupakan proses pembelajaran. Kita mengenal istilah “fall in love” atau jatuh cinta, bukan “learn to love”. Untuk mampu mencintai, kita harus mulai belajar dari mencintai makhluk Allah, dengan mencintai pasangan kita, anak-anak kita, ataupun pekerjaan dan kendaraan kita. Selanjutnya kita berusaha mencintai hal-hal yang lebih abstrak, yaitu Allah, SWT. dan RasulNya.
Belajarlah mencintai Allah, dengan mencintai RasulNya, dan belajar mencintai RasulNya, dengan mencintai kaum fakir dan miskin. Hal ini juga mengajarkan bahwa ketika kita mampu mencintai Allah SWT., RasulNya, dan kaum fakir miskin, hal itu telah cukup menjadi dasar bagi kita, dibandingkan seluruh dunia dan isinya.

*The ROAD to ALLAH. – Jalaluddin Rakhmat.*

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on September 17, 2010, in Gado-Gado and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: