Alhamdulillah, apalagi selain itu…


Alhamdulillah, apalagi selain itu.

Aku tahu ibadahku yang fakir….

Tapi kau selalu mencukupiku

Kubayangkan diriku jadi gembel, entahlah..

apakah aku semakin berpaling? atau semakin bergantung.

Tuhan aku milikmu, tapi Kau tidak mengekangku.

Tuhan aku hambaMu dan aku terlalu bodoh juga sombong.

(Padahal kematian tekun mengintai)

Sekarang juga ia siap menghajar mukamu!

Tuhan muara semua cinta.

Semoga aku membasuh diriku dari airmu.

Dengan bebal dan keruhnya jiwaraga ini.

Aku sering tertipu nafsu yang kukira cinta.

Kotor, tercecer, lalai, buta, tuli, mati, sakit, perih…

Kini, aku ragu apakah masih hambaMu?

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on September 18, 2010, in Puisi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: