Ibu, Bapak, Kakak, Adik (Keluarga)


IBU

Buatkan aku teh hangat untuk berbuka

dengan korma yang coklat pula

wangi daunnya membuai,

mengingatkan aku pegunungan

legitnya terbayang,

padang yang panjang

adzan pun berkumandang,

kita duduk berdua dan

mereguk perlahan teh buatanmu,

sederhana saja : terima kasih, Bu..

Bapak

Aku masih ingat bunyi ayunan kakimu,

Menantang gelombang, membersihkan jalan

Dan kau pulang dengan senyuman

Lekas-lekas aku ciumi tangannya dan kutenteng bawaannya.

“Nak, Bapak bawa baju baru”

(seperti biasa aku jinkrak-jingkrak)

“terima kasih banyak, Pak”

tak terasa ada yang mengucur deras

dari mataku.

Kakak

Oh Kakak, siapa yang memakan coklatku?

Oh kakak, siapa yang mengambil pensilku?

Kok, kakak tidak mau mengaku

Aku bilang Ibu nih,

… tapi siapa yang membelaku dari preman tikungan?

Siapa yang mengajarkan aku mempunyai teman?

Oh, kakaklah orangnya

Bapak, jangan marahi kakak!

Adik

Ayo sini, kita main perang-perangan

atau main layang-layangan

Awas kakinya berdarah dek,

Awas layangannya putus dek,

Tuh kan apa kakak bilang,“Dasar Pengacau!”

Kau pun menangis, aku jadi bingung

udah-udah jangan nangis, tangismu kian keras,

wajahmu jadi lucu

aku tertawa perlahan

dan ternyata kau malah ikut tersenyum.

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on September 18, 2010, in Puisi and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: