Ode Untuk Sendiri


Laut pun tahu, ikan-ikan tawar yang menyelinap melawan dirinya sendiri.
Lalu kapankah sampan kecil ini kita hilirkan?
Tak ada seseorang untuk menahkodai, menjelaskan palung-palung sunyi atau
menyambut angin dan siul camar-camar,
lekukan sampan ini tak lebih tua dari lubang-lubang di hatiku.
Aku hanyutkan semua tangis dan mimpi pada deras laut
Berharap seseorang mendengarnya.
Dan Aku teruskan lagi melawan gelombang.

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on September 18, 2010, in Puisi and tagged . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. suka banget baca puisi temen2 tp sayang menone ga bisa bikin hehehehehehe…………………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: