Terminal Pakupatan, Sore Itu..


Bajumu yang hijau mengingatkan aku segarnya rumput.

Aromanya mangundang jangkrik dan aku untuk sekejap berebah.

Menepikan lelah-lelah pada sejuknya tanah.

Bajumu yang hijau mengingatkan aku pada sawah.

Apakah benar kita akan mengalir bersama,

Melanjutkan lagi cerita huma pada pematang sawah; menuju laut dan langit.

Atau aku hanya sang kodok yang tak ikut .

Semoga kau senang dengan lirihnya angin, riuhnya burung-burung.

Dan ingatanku terhadap cinta.

Laut dan langit makin misterius.

Juga semua warna yang kau kenakan.

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on September 30, 2010, in Puisi and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: