Samudera Cinta


Adalah mudah untuk mengucapkan, “Aku mencintaimu” kepada seseorang selama orang itu belum atau tidak pernah menyakitimu. Tetapi, itu bukanlah ukuran cinta yang sebenarnya.

Mengutip sebuah Puisi Sufi dari Daghestani yang terkenal, yang menyatakan;

“Aku tidak menerima cinta yang menurutmu sejati, sebelum aku mengujimu. Apakah ujian itu? Jika aku meletakkan engkau di mesin pemotong daging, lalu engkau menjadi potongan-potongan daging di ujung yang lain, tetapi masih tetap hidup dan jika aku kembalikan engkau kebentuk asalmu, apakah engkau masih mencintaiku?”

Arti dari puisi ini adalah;
“Jika aku menyebabkan engkau sangat menderita, dan menyakiti engkau seperti yang belum pernah dilakukan orang lain sebelumnya terhadap dirimu, apakah engkau masih mencintaiku setelah semua yang telah kulakukan itu? Inilah cinta yang sejati. Tetapi jika aku telah bersamamu selama 40 tahun, lalu hanya karena satu kata menyakitkan yang aku ucapkan kepadamu karena stress, engkau meninggalkan aku dan menyatakan aku sebagai musuhmu, menyangkal cinta yang telah ada selama 40 tahun tadi dan berkata, “Aku tidak mencintaimu lagi”, maka bukan seperti ini cinta yang dimaksud.

Mawlana Syaikh Muhammad Nazim Adil an Naqshbandi al Haqqani.

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Desember 13, 2010, in Gado-Gado and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: