Chairil Anwar..


SELAMAT TINGGAL

aku berkaca Ini muka penuh luka
siapa punya?
kudengar seru menderu
dalam hatiku?
apa hanya angin lalu?
lagu lain pula
menggelepar tengah malam buta
ah…!!
segala menebal,
segala mengental
segala tak kukenal
selamat tinggal…!!


Monolog:

Chairil : Bukan maksudku mau berbagi nasib, nasib adalah kesunyian masing-masing…

Ida : Tapi kau terus mencariku, karena aku tidak pernah berhasil kau miliki sepenuhnya dan tidak sanggup berpaling?

Chairil : Ku pilih kau dari yang banyak, tapi sebentar kita sudah dalam sepi lagi terjaring…

Ida : (Tertawa) Kau sangat sekali menginginkan aku?

Chairil : Ya! Aku pernah ingin benar padamu. Di malam raya, menjadi kanak-kanak kembali. Kita berpeluk ciuman tidak jemu. Rasa tak sanggup kau kulepaskan…

Ida : (Tersenyum dan membuka cadar) Rasanya bulan diatas itu seolah mau memberi tahu, saatnya kini tiba, kau dan hidupmu akan menyatu dalam hidupku.

Chairil : Jangan! Jangan satukan hidupmu dengan hidupku. Aku memang tidak bisa lama bersama.

*Entah kenapa aku selalu mencintai puisi² Chairil Anwar juga monolog²nya.

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Agustus 17, 2011, in Puisi and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: