Pentingnya punya seorang Guru..


Engkau tak akan kekurangan Wali / Mursyid / Guru yang dapat menunjukkan jalan Allah yang sulit bagimu adalah mewujudkan kesungguhan dalam mencari mereka. Sekiranya jika kita ingin silaturahmi dengan seorang Wali / Mursyid / Guru, kita hanya butuh kerendahan hati, mengakui ketidakmampuan memahami tajalli-Nya yang tiada berbilang. Wali Allah adalah bagian integral tajalli Illahi, maka kita harus runtuhkan dulu semua asumsi dan pengetahuan yang tak cukup untuk menampung tajalliNya. Wali Allah, pada hakikatnya tak terdefinisikan, kalaupun definisi dibuat, itu demi membuka isyarat bahwa kita harus melampaui setiap definisi itu. “Ingatlah sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. 10 : 62-63).

Seringkali kita diajak saudara, teman untuk sama-sama berguru khusus mendalami ilmu “agama” ke seseorang yang mempunyai ilmunya. Tak jarang juga kita menolak, menunda-nunda ajakan itu, ya karena memang diperlukan kesadaran dari hati untuk memulai kesungguhan dalam belajar sesuatu. Ada yang diajak dan mau ada yang mencari sendiri juga ketemu dengan seorang Guru tapi ada yang sampai akhir hayatnya tak ketemu seorang Guru pun dan disinilah Qudrat-IradahNya mengambil alih peran kita. “Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin (waliyyan mursyidan) pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.” (QS. 18 : 17). Maka terbukti sudah ungkapan seorang Sufi berikut ini : “Bukan engkau yang memilih jalan, tapi jalanlah yang memilihmu.”.

Memang seberapa penting sih punya Guru / Mursyid? Bagi saya ini penting sekali. Sepenting kita punya Guru matematika jika ingin bisa berhitung. Karena dalam segala sesuatu ada pertanggungjawabannya kelak, tentu ini juga berlaku ketika kita mempelajari ilmu tertentu khususnya ilmu “agama” maka dari itu kita harus punya Guru, jika kita tak punya Guru maka kita sama saja berguru pada setan. Bagaimana jika belajar pada buku? Ya boleh. Tapi belajar dari buku itu kita hanya mendapatkan sebatas pengetahuan saja tanpa rasa. Seperti kita makan kulit luarnya mangga, meski terasa manis kita tak bisa disebut memakan buah mangga seutuhnya. Selayaknya setelah kita belajar dari buku itu kita bertanya dan kroscek pada seseorang yang memang sudah ahli di bidang ilmu yang kita pelajari itu.

Apakah kelak jika kita ditanya siapa Guru yang mengajarkan tentang ilmu yang kamu amalkan ini? Lalu kita menjawab : Buku, ah….!! Pernahkah kita kirimkan do’a sebagai tanda terima kasih pada penulis buku yang ilmunya kita pelajari itu? Kebanyakan dari kita tak pernah dan mungkin sedikit yang melakukannya.  Seorang Sufi pernah berkata : (30) “…Aku memiliki banyak buku dan tulisan, tetapi meski aku biasa membolak-baliknya dan membacanya satu demii satu aku tidak pernah menemukan kedamaian. Aku berdo’a kepada Tuhan, “Ya Tuhanku, dengan semua pelajaran dan pengetahuan ini, tak ada yang tersingkap pada hatiku; hal ini menyebabkan aku kehilangan-Mu, ya Tuhan! Jadikanlah aku mampu memperoleh pengetahuan tanpanya, dengan menganugerahkan sesuatu yang di dalamnya aku bisa menemukan-Mu kembali.”

“Engkau tak akan kekurangan Wali / Mursyid / Guru yang dapat menunjukkanmu ke jalan Allah yang sulit bagimu adalah mewujudkan kesungguhan dalam mencari mereka.”

“Seberapa besar perhatian dan kasih sayangmu pada Guru, sebesar itu pula ilmu dan berkah yang kau dapatkan.” (Abah Qamar)

Wallahu a’lamu bishawab..

(30) Tasawuf Cinta Studi atas Tiga Sufi : Ibn Abi al-Khair, al-Jili, Ibn al-Faridl. Mizan – Bandung.

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on September 14, 2011, in Oase and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: