Namaku : Izrail!


Ilustrasi : Malaikat Izrail

Ilustrasi : Malaikat Izrail

Akulah Izrail Sang el Maut,
datang tanpa diundang,
pulang tanpa diantar.

Aku jemput siapa pun yang harus kujemput.
Aku antar siapa pun yang harus kuantar.
Dengan kelembutan-Nya.
ataupun dengan Kemurkaan-nya.

Hanya ia yang berjalan di jalan-Nya
 saja akan selamat dari kedahsyatanku,
rasa takutnya akan hadir menjadi rindunya
karena hanya si perindu saja yang akan
menganggap diriku berkah keabadian dalam
rengkuhan keabadian cinta-Nya.

Dia yang menyia-nyiakan waktunya didunia,
terlena dalam ilusi dan kesombongan Sang Durjana,
akan merana dalam keabadian Murka-Nya.

“Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun (QS 2:156)”

“Wahai anakku! Jika ada sesuatu yang tak bisa kau pastikan bila dia datang, maka persiapkan dirimu untuk menghadapinya sebelum dia mendatangimu sedang engkau dalam keadaan lengah.” (Nasihat Luqman kepada anaknya)

“Cintailah siapa saja yang ingin engkau cintai, namun ingatlah bahwa pasti engkau akan berpisah dengannya; hiduplah dengan gaya kehidupan yang engkau inginkan, namun ingatlah bahwa engkau akan mati; dan berbuatlah apa  saja yang engkau kehendaki, namun ingatlah bahwa engkau pasti dibalas”. [Sabda Rasullullah saw — HR. Hakim & Thabrani]

“Kalau sekiranya kamu dapat melihat malaikat-malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka serta berkata; “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.” (niscaya kamu akan merasa sangat ngeri) (QS. Al-Anfal : 50).

“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu!” Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Alloh (perkataan) yang tidak benar dan kerena kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya”. (Qs. Al-An’am : 93).

“Sudakah kita mempersiapkan diri menghadapi kematian?”

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Oktober 10, 2011, in Puisi and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: