Skernario Masa Depan: Mencari Paradigma Alternatif


  • Masa depan, bahkan hari besok dan lusa, bagi kita tidak lagi mengandung kepastian, tidak pula bisa diramal (predictable) berhubung berbagai sifatnya yang tidak lagi normal dan repetitif seperti yang kemarin dan sebelumnya.

  • Pertumbuhan mengandung perubahan, mungkin sesuai hukum tesis-antitesis-sintesis, atau sesuai hukum evolusi, atau hukum bifurkasi. Pertumbuhan itu makin lanjut makin berbeda secara kualitatif dan sekaligus secara kuantitatif dari yang sebelumnya. Mengikuti pola pecahan-dua (bifurcation), kelanjutan dari perubahan-pertumbuhan-perkembangan dalam lingkungan alam dan masyarakat itu makin lama makin amat banyak variasinya.
  • Dalam konteks perubahan sosial-ekonomi-politik dan alam yang makin kompleks, maka sistem pendidikan tidak boleh jadi objek yang diombang-ambing oleh perubahan yang makin dahsyat dan tidak terkendalikan itu. Sebaliknya jika tidak mau dirundung krisis terus-menerus, maka berbagai kebijakan dan tindakan haruslah didasarkan pada niat dan nilai luhur serta didukung berbagai keahlian dalam satu teamwork dari sistem organisasi serta prosedur kerja yang amat unggul. Semua itu akhirnya menjelma pada (perilaku) manusia.
  • Untuk ini kita harus belajar (dalam konteks sistem pendidikan nasional kita) jadi pribadi unggul, yang mampu membangun jaringan sosial yang unggul, mendalami konsep-konsep yang unggul dan bermakna, melalui kegiatan dan proses belajar-mengajar itu serta dengan bantuan teknologi multimedia yang unggul pula.
  • Dalam kegiatan sesuai butir-butir di atas, tatkala alam dan sistem kemasyarakatan itu mengalami perubahan, dimana sistem pendidikannya mutlak harus jadi leading sector, maka paradigma pendidikan yang paling tepat ialah yang konstruktivis di jalan Allah dan Rasul-Nya.

Bahan untuk didiskusikan bersama/kelompok :

  1. Masa depan itu tidak dapat diprediksi, juga tidak dapat direncanakan dengan kepastian. Setujukah Anda?
  2. Jika begitu, apa pentingnya kita membangun skenario (diri, pendidikan) masa depan? Bagaimana metodenya, dari mana sumber informasinya?

Satpel Konsep dan Paradgima Pendidikan

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on November 15, 2011, in Pembelajaran and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: