(Tetap) dalam Cinta


Ama Ba’du..
Sahabat, seringkali aktifitas dunia melenakan dan menjauhkan kita dari rasa dan cahaya cinta, menggantinya dengan dendam, kemarahan, dan kebencian…

Semoga apa yang saya kutip dari karya Kahlil Gibran dibawah ini dapat memancarkan kembali Rasa dan Cahaya Cinta Ilahi dalam diri anda:

**
kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tidak terlihat.

ketika kita menemukan seseorang yang,
keunikannya sejalan dengan kita,
kita bergabung dengannya
dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan cinta.

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan
mereka yang telah mencoba.

karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya,
orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu,
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
“aku turut berbahagia untukmu”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari,
bahwa kamu menemukan cinta dan kehilangannya,
tapi ketika cinta itu mati,
kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh,
entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada,
cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan-pilihan hidup
yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata “aku lupa…”
menunggu selamanya ketika kamu berkata, “..tunggu sebentar”
tetap tinggal ketika kamu berkata, “tinggalkan aku sendiri”
membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan belum berkata “..bolehkah saya masuk?”
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat,
melainkan apa yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang,
bukan karena orang itu berhenti mencintai kita
melainkan karena kita menyadari bahwa orang iu
akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.

kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta kepadamu,
karena takut kau berpaling dan memberi jarak,
dan bila suatu saat pergi,
kau akan menyadari bahwa dia
adalah cinta yang tak kau sadari.

Sahabat,
Jika saat membaca tulisan diatas membuat air mata anda mengalir (lebay.com), ketahuilah rasa dan cahaya cinta adalah wudhu’ bathin yang sejati….

Jika saat membaca tulisan diatas membuat anda teringat akan orang-orang yang anda kasihi (galau.com), segera datangi, rengkuh dan peluk mereka, jika berjarak cukup kirimi mereka pesan singkat atau telpon sebagai cara termudah.

Berterimakasihlah… Bersyukurlah…
Sebab memang Kehendak Tuhan hadirnya mereka disisi anda, sebagai penguak hijab pancaran Rasa dan Cahaya CintaNya.

Mudah-mudahan (tidak) manfaat. Amin.

** Cinta oleh Kahlil Gibran

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on November 15, 2011, in Puisi and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: