Ma’rifatullah (Mengenal Allah)


Ma’rifatullah (Mengenal Allah)

Ahammiyatu Ma’rifatillaahi ( Pentingnya Mengenal Allah)

  1. Ma’rifatu Ghaayatil Wujuudi. (Mengetahui tujuan hidup, atau hidupnya/diciptakannya. Baca Qs. [6]:130, [20]:124)
  2. Sa’atul Hayaati. (Kehidupan yang lapang. Menjadi orang yang pandai bersyukur. Sabda Rasulullah: “Amat mengherankan urusan mukmin, seandainya baik hal itu tidak terdapat kecuali pada orang mukmin, bila ditimpa musibah ia sabar dan bila diberi nikmat ia bersyukur”. HR. Muslim).
  3. As-Sa’yu Ila Mardhaatillaahi. (Selalu mengharap ridha Allah dalam setiap perbuatannya. Baca Qs. [25]:43)

Ath-Thariiqu Ilaa Ma’rifatillaahi (Jalan Untuk Mengenal Allah)

  1. Thariiqul ‘Aqli (Mengenal lewat Akal. Baca Qs. [13]:3, [16]:11, [27]:52, [7]:179)
  • al-Aayaatul Kauniyyatu (Ayat-ayat Kauniyyah. Baca Qs. [2]:164,  [51]:20-21, [3]:190-191)
  1. Wujuudul ‘Aalami (Fenomena terjadinya alam. Baca Qs. [52]:35)
  2. Al-Iraadatul ‘Ulyaa (Fenomena kehendak yang tinggi. Baca Qs. [67]:3)
  3. Al-Hayaatu (Fenomena kehidupan. Baca Qs. [24]:25, [6]:38)
  4. Al-Wahyu wal Ilhaamu (Fenomena petunjuk dan ilham. Baca Qs. [20]:50)
  5. Istijaabatud-Da’wati (Fenomena pengabulan do’a. Baca Qs. [17]:67, [10]:22-23, [6]:63-64)
  • al-Aayaatul Qur’aniyyatu (Ayat-ayat Qur’aniyyah)
  1. Badii’ul Usluubi (Keindahan penyampaiannya, ketinggian bahasanya dan kerapian susunan ayat-ayatnya. Baca Qs. [2]:23, [10]:38, [17]:88)
  2. Al-Ikhbaaru Bimaa Madhaa (Pemberitahuan tentang ikhwal yang telah terjadi seperti kaum Aad, Tsamud, Maryam, Luth, dll. Baca Qs. [9]:70, [14]:9, [50]:12-14)
  3. Al-Ikhbaaru Bil-Mustaqbali Pemberitahuan tentang kejadian-kejadian yang akan datang. Baca Qs. [30]:1-3, [24]:55, [8]:7, [48]:27)
  4. At-Tajaaribul ‘Ilmiyyatu (Penemuan ilmiah. Baca Qs. [21]:30, [22]:5,
    [4]:56, [6]:125, [39]:5)
  5. At-Tasyrii’u (Syari’at dan peraturan. Baca Qs. [6]:38, [16]:89, [21]:107, [34]:28, [7]:158, [15]:9)

Thariiqu Tadabburi Asmaa’illaahil Husnaa (Mengenal lewat memahami Asma’ul Husna)

  • ar-Rabbu (Baca Qs. [1]:2)
  1. al-Khaaliqu (Dia sebagai pencipta segala sesuatu. Baca Qs. [40]:62, [6]:102)
  2. ar-Razzaaqu (Yang memberi rizki. Baca Qs. [35]:3, [11]:6)
  3. an-Naafi’ul Mudhirru (Yang meberi manfaat dan bahaya. Baca Qs. [6]:17, [35]:55)
  4. al-Muhyil Mumiitu (Yang menghidupkan dan mematikan. Baca Qs. [30]:40)
  5. al-Mudabbirul Amri Kullihi (Yang mengatur alam semesta ini)
  • al-Maaliku (Baca Qs. [114]:2)
  1. al-Waaliyyu (Dia sebagai pelindung. Baca Qs. [5]:55, [2]:257)
  2. al-Haakimu (Dia sebagai penentu hukum. Baca Qs. [6]:57, [12]:40,
    [6]:114)
  3. al-Aamirun-Naahiy (Yang memrintah dan melarang. Baca Qs. [7]:54)
  4. al-Muthaa’u (Yang ditaati. Baca Qs. [3]:132, [3]:32)
  5. al-Ma’buudul Haqqu (Zat yang wajib disembah. Baca Qs. [20]:14)

Adillatu Wujuudillaahi (Dalil-dalil yang Menunjukkan Adanya Allah)

  • al-Fithratu (Dalil fitrah. Rasulullah Saw. bersabda: “Tidak lahir seorang anak kecuali atas fithrah, maka bapak ibunya lah yang membuat ia menjadi Nashrani, Yahudi atau Majusi”.)
  • al-‘Aqlu (Dalil akal. Baca Qs. [52]:35)
  • as-Syar’u (Dalil syar’i)

Waajibul Insaani Nahwa Rabbihi (Kewajiban Seorang Muslim Kepada Allah)

  • Tathbiiqu Arkaanil Islamil Khamsati (Mengerjakan rukun Islam yang lima)
  • ar-Ridhaa bi-Qadhaaillaahi wa-Taqdiirihi (Ridho dengan ketentuan Allah dan taqdir-Nya. Baca Qs. [2]:156, [4]:65)
  • al-Ikhlashu (Baca Qs. [98]:5, [39]:2-3)
  • ash-Shabru (Baca Qs. [3]:200)
  • Muraaqabatullaahi (selalu merasakan bahwa Allah mengawasi. Baca Qs. [2]:235, [33]:52, [50]:18)
  • Mahabbatullaahi wa Rasuulihi (Mencintai Allah dan Rasul-Nya. Baca Qs. [9]:24)
  • al-Wara’u (Wara’)
  • ar-Rajaa’u (Mengharapkan rahmat-Nya. Baca Qs. [2]:218)
  • at-Tawakkulu (Tawakkal. Baca Qs. [14]:12)
  • al-Yaqiinu (Percaya / yakin akan pertolongan Allah. Baca Qs. [26]:62)
  • al-Jihaadu Fii Sabiilillaahi (Jihad di jalan Allah)
  • at-Taubatu wal Istighfaaru (Taubat dan Istighfar. Baca Qs. [3]:185)
  • al-I’daadu li Yaumil Ma’aadi (Mempersiapkan diri untuk hari akhir. Baca Qs. [3]:185)
  • Muhaasabatun-Nafsi (Instropeksi diri. Sayyidinaa ‘Umar ra. berkata: “Hisablah dirimu sebelum dihisab”.)

Ma’iyyatullaahi

Ma’iyyatullaahi

  • al-‘Aamatu – ‘Ilmullaahi ‘ala kulli syai’in – Jamii’al makhluuqi. (Ma’iyah umum berarti pengetahuan Allah yang meliputi seluruh makhluq-Nya. Baca Qs. [6]:59, [58]:7, [57]:4)
  • al-Khaashshati – at-Ta’yiidu wanash-Nshru – al-Mu’miniina. (Ma’iyah khusus berarti dukungan dan pertolongan Allah, khusus untuk orang-orang beriman. Baca Qs. [2]:153, [9]:40, [47]:35)

Atsaaru Ma’iyyatillaahi

  • al-Muraaqabatu (Akan menimbulkan perasaan selalu diawasi Allah. Baca Qs. [50]:18)
  • al-Ihsaanu fil ‘Ibaadati (Membangkitkan sifat ihsan dalam beribadah)
  • al-Jaldu wash-Shabru fil Jihaadi (Membangkitkan perasaan tabah dan sabar dalam jihad. Baca Qs. [2]:153, [47]:35)
  • at-Tamassuku ‘Alal Haqqi (Teguh memegang kebenaran. Baca Qs. [40]:51)

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Februari 21, 2012, in Oase and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: