Nasib dan Asumsi


“Apa artinya nasib, Mullah?”
“Asumsi-asumsi”
“Bagaimana?”

“Begini. Engkau menganggap bahwa segalanya akan berjalan baik, tetapi kenyataannya tidak begitu. Nah itu yang disebut nasib buruk. Atau, engkau punya asumsi bahwa hal-hal tertentu akan menjadi buruk, tetapi nyatanya tidak terjadi. Itu nasib baik namanya. Engkau punya asumsi bahwa sesuatu akan terjadi atau tidak terjadi dan akhirnya berasumsi bahwa masa depan tidak dapat ditebak. Ketika engkau terperangkap didalamnya, maka engkau namakan itu nasib.” (Nasruddin Khoja)

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Juni 21, 2012, in Goresan and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Tulisan anda sungguh menyentuh hati, penghalau kegundahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: