Berhenti Sejenak


Dalam keadaan luka dan kepedihan yang sangat mendalam, manusia dipaksa untuk berhenti, untuk berubah, dan beralih ke arah yang baru, untuk memusatkan perhatian pada apa-apa yang tersembunyi dalam kepedihan itu.
Guna proses berhenti itu:
1. Muhasabah, membahagiakan diri sendiri.
2. Tidak berusaha menyusahkan oranglain.

Maulana Rumi berkata:
“Rasa sakitlah yang membimbing kita. Seseorang tidak akan berusaha mencapai tujuan jika hal itu tidak mengandung rasa sakit, godaan dan hasrat cinta.”

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Juni 26, 2012, in Goresan and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: