Mencari Jalan Kembali


Saat mencoba mencari tempat Kembali ke Jalan yang diridhai. Tak semua tempat, orang, dan lingkungan mau menerima keadaan kita yang sebenarnya.
Atau memang “benteng” diri kita yang terlalu kokoh, sehingga oranglain tak bisa tau keadaan kita. Dan memang sepertinya kita mati-matian menjaganya. Hingga orang lain segan bertanya dan enggan menduga-duga.
Kita tak pernah mau menggadaikan-mencampakkan ‘sesuatu’ yang sudah ada. Dan ‘sesuatu’ itu kita anggap teramat berharga tiada gantinya. Stagnan, mandeg, buntu.
Hanya Tuhan yang tetap akan menerima kita apa adanya, memberikan ‘tempat’ sesuai dengan keadaan kita. Tapi Tuhan yang mana? Rahmat-Nya? Hanya Tuhan yang tetap akan menerima kita apa adanya, memberikan ‘tempat’ sesuai dengan pencapaian kita. Tapi Tuhan yang mana? Rahmat-Nya?
“Tiada jalan selain mengetuk pintu-Mu. Kalau aku ditolak, pintu siapakah yang akan ku ketuk lagi?”
Tengah malam, diantara keadaan “Lapar”, “Lelah” dan “Lalai”.

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Januari 8, 2013, in Oase and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: