Tentang: ‘Ajamiyyah (Menulis al-Qur’an dengan selain Arab)


Tentang ‘Ajamiyyah (Menulis al-Qur’an dengan selain Arab):

Dalam kitab Fiqih (Madzhab Syafi’i), Fathul Mu’in, Syeikh Zainuddun al-Malaibari dijelaskan:

﴿وﳛﺮم ﻛﺘﺎﺑﺘﻬﺎ ﺑﺎﻟﻌﺠﻤﻴﺔ﴾

 “Dan haram menuliskan Mush-haf dengan tulisan ‘Ajam (tulisan selain Arab).”

﴿ورأﻳﺖ ﰱ ﻓﺘﺎوى اﻟﻌﻼﻣﺔ اﺑﻦ ﲩﺮ أﻧﻪ ﺳﺌﻞ: ﻫﻞ ﳛﺮم ﻛﺘﺎﺑﺔ اﻟﻘﺮآن اﻟﻜﺮﻳﻢ ﺑﺎﻟﻌﺠﻤﻴﺔ ﻛﻘﺮاءﺗﻪ؟ ﻓﺄﺟﺎب رﲪﻪﷲ ﺑﻘﻮﻟﻪ: ﻗﻀﻴﺔ ﻣﺎ ﰱ اﳌﺠﻤﻮع ﻋﻦ اﻻﺻﺤﺎب اﻟﺘﺤﺮﻳﻢ﴾

Saya melihat dalam fatwa al-‘Allamah Ibnu Hajar al-Haitami bahwa beliau ditanya tentang: ‘menulis ayat-ayat suci (al-Qur’an) dengan lain huruf Arab, adakah haram seperti membacanya pula?’ Ibnu Hajar menjawab: ‘Bahwa menurut kitab Majmu’ hal itu adalah haram’.

Ibnu Hajar al-Haitami berpendapat sama dengan Imam Nawawi pengarang kitab Majmu’ bahwa Ajam (tulisan selain Arab) adalah HARAM hukumnya.

Dan juga dalam kitab al-Burhan fi ‘Ulumil Qur’an, Syeikh Badruddin az-Zarkasyi (Madzhab Syafi’i) :

﴿واﻻﻗﺮب اﳌﻨﻊ ﻛﻤﺎ ﺗﺤﺮم ﻗﺮاءﺗﻪ ﺑﻐﲑ ﻟﺴﺎن اﻟﻌﺮب﴾

“Dan fatwa yang lebih dekat (kepada kebenaran) ialah melarang menulis Qur’an dengan huruf selain Arab, seperti juga membacanya dengan bahasa selain bahasa Arab.”

﴿وﻗﺎل أﺷﻬﺐ :ﺳﺌﻞ ﻣﺎﻟﻚ رﲪﻪﷲ ﻫﻞ ﺗﻜﺘﺐ اﳌﺼﺤﻒ ﻋﲆ ﻣﺎ أﺧﺬﺗﻪ اﻟﻨﺎس ﻣﻦ اﳍﺠﺎء :ﻓﻘﺎل :ﻻ اﻻ اﻟﻜﺘﺒﺔ اﻻوﱃ﴾

“Berkata Asyhab: Imam Malik ditanya tentang menuliskan ayat-ayat Qur’an dengan ejaan-ejaan baru yang dibuat manusia kemudian. Imam Malik melarang dan mengatakan bahwa tetaplah atas ejaan lama sebagai yang ada dalam Mush-haf lama (Mush-haf ‘Utsman).”

Dari kutipan diatas jelaslah bahwa fatwa yang berlaku dalam Madzhab Syafi’i tentang menulis Qur’an dengan huruf Latin atau sekalian huruf yang bukan huruf Arab, adalah HARAM hukumnya.

Imam Malik bin Anas pembangun Madzhab Maliki pun tidak menyukai perubahan tulisan-tulisan ayat suci al-Qur’an, walaupun dengan ejaan baru dari huruf Arab sekalipun.

Dalil atas Fatwa ini:

42_7

Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya[1339] serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. segolongan masuk surga, dan segolongan masuk Jahannam. (QS. asy-Syuura [42] : 7) — [1339] Maksudnya: penduduk dunia seluruhnya.

Di dalam Tafsir Thabari (Ibnu Jarir Ath-Thabary) menafsirkan QS. asy-Syuura [42] : ayat 7 ini diartikan; “dengan lidah Arab” yaitu bacaan dan tulisannya.

39_27

39_28

Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini Setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran. (ialah) Al Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa. (QS. az-Zumar [39] : 27-28)

12_2

Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. (QS. Yusuf [12] : 2)

Maksud dari ayat ini ialah Qur’an itu diturunkan Allah Swt. dalam bahasa Arab. Hendaklah setiap Muslim mempegunakan akalnya supaya bisa membaca Kitab Suci nya, dan hendaklah mereka tahu akan isinya supaya dapat dijadikan pedoman dalam hidupnya. Kalau tidak bisa membacanya haruslah berguru, kalau perlu dengan mendatangkan guru untuk mempelajarinya, baik tentang membaca maupun tentang lainnya.

43_3

Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya). (QS. Az-Zukhruf [43] : 3)

16_103

Dan Sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: “Sesungguhnya Al Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)”. Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa ‘Ajam[840], sedang Al Quran adalah dalam bahasa Arab yang terang. (QS. An-Nahl [16] : 103)

[840] Bahasa ‘Ajam ialah bahasa selain bahasa Arab dan dapat juga berarti bahasa Arab yang tidak baik, karena orang yang dituduh mengajar Muhammad itu bukan orang Arab dan hanya tahu sedikit-sedikit bahasa Arab.

Orang Kafir Mekkah mengatakan bahwa Qur’an diajarkan oleh seseorang atau beberapa orang kepada Nabi Muhammad Saw.  bukanlah Wahyu Ilahi. Orang Kafir mengatakan bahwa yang mengajarkan itu adalah si ‘Aisy dan si Salman. Allah Swt. membantah tuduhan Orang Kafir itu dengan ayat ini, mengatakan bahwa si ‘Aisy dan si Salman bukan pula berbahasa Arab, tetapi bahasanya bahasa ‘Ajam (selain Arab), sedang Qur’an ini (kata Allah) adalah lidah (bahasa Arab) yang terang.

Dalam perkataan “lisan” atau “lidah”, artinya termasuk bahasanya, makhrajnya, lagu dan gaya bacaannya, semuanya harus menurut lagu dan langgam bahasa Arab.

41_3

Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, Yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui. (QS. Fushshilat [41] : 3)

41_44Dan Jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (Rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka[1334]. mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh”. (QS. Fushshilat [41] : 44)

[1334] Yang dimaksud suatu kegelapan bagi mereka ialah tidak memberi petunjuk bagi mereka.

Ayat ini mengatakan bahwa Qur’an itu adalah bahasa dan huruf Arab. Bukan dengan huruf Latin. Qur’an tidak boleh di ‘Ajam-kan karena Nabi Saw. orang Arab.

26_192

26_193

26_194

26_195

Dan Sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), Ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, Dengan bahasa Arab yang jelas. (QS. Asy-Syuu’ara’ [26] : 192-195)

Perhatikanlah bahwa dalam ayat-ayat ini dikatakan bahwa Qur’an itu diturunkan dengan “lisan Arab” ( lidah Arab).

Demikianlah beberapa dalil dan penjelasan tentang dilarangnya (HARAM) menulis al-Qur’an dengan bahasa ‘Ajam (selain Arab). Dengan merujuk pada kitab-kitab Madzhab Syafi’i. Semoga dapat bermanfaat. Wallahu A’lam.

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Januari 8, 2013, in Oase and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: