Tentang Taubat


Manusia mana yang tak pernah melakukan dosa, baik secara sembunyi maupun terang-terangan? Ada? Pasti tidak ada. Hanya Baginda Nabi Saw. yang ma’shum (terlindung/terjaga/terpelihara dari berbuat dosa, baca QS. 5:67 dan QS. 33 : 17). Karena manusia biasa (berbeda dengan Rasulullah Saw. yang manusia pilihan) itu tempatnya salah dan lupa.

Setiap orang telah mendapat sifat malaikat, sifat manusia dan sifat setan. Mereka yang melakukan perbuatan dosa selalu menjaga hubungan dan dekat dengan setan. Mereka yang melakukan perbuatan yang baik selalu menjaga hubungan dengan malaikat.  Jadi tidaklah mengherankan bahwa manusia akan melakukan dosa.

Pertobatan adalah awal dalam kehidupan seseorang yang berniat untuk berjalan di jalan agama. Ini adalah langkah pertama seorang murid-kunci untuk bimbingan ke jalan yang lurus, seperti diterangkan Imam Qusyairi dalam Risalah al-Qusyairiyyah:

ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ﺍﻭﻝ ﻣﻨﺰﻝ ﻣﻦ ﻣﻨﺎﺯﻝ ﺍﻟﺴﺎﻟﻜﻴﻦ ﻭ ﺍﻭﻝ ﻣﻘﺎﻡ ﻣﻦ ﻣﻘﺎﻡ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦ , ﺍﻟﺮﺳﺎﻟﺔ ﺍﻟﻘﺸﻴﺮﻳﺔ

Taubat ialah permulaan pekerjaan si Salik (orang yang menuju keridhoan-Nya) dan maqam pertama bagi si Thalib (orang yang mencari keridhoan-Nya)”

Juga menurut Imam Ghazali Rhm., yang berkata bahwa;

ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ﻣﻔﺘﺎﺡ ﺳﻌﺎﺩﺓ ﺍﻟﻤﺮﻳﺪﻳﻦ , ﺍﻻﻣﺎﻡ ﺍﻟﻐﺰﺍﱄ

“Taubat itu kunci kebahagiaan bagi murid-murid (orang yang belajar ilmu dan amal Tasawuf)”

Serta senjata pemurnian dari mereka yang ingin mendekati Allah. Nabi Adam as. memperkenalkan aturan pertobatan dan ia bertobat untuk dosa yang dilakukan di masa lalu. Hal ini diperlukan bagi manusia untuk kembali kepada Allah, penebusan setelah melakukan dosa. Mereka yang melakukan perbuatan baik adalah dekat dengan Allah dan mereka yang melakukan perbuatan dosa selalu dekat dengan setan. Mereka yang melakukan perbuatan baik setelah melakukan dosa adalah manusia sejati.

Taubat adalah “Kembali”, yaitu kembali dari jalan-perbuatan yang salah ke jalan-perbuatan yang benar. Taubat adalah memninta ampun kepada Allah atas sekalian dosa yang sudah terbuat atau yang sedang dibuat.

Rukun Taubat ada tiga, yaitu:

  1. Menyesali diri atas segala dosa yang telah dibuat. “Taubat itu ialah menyesal” (HR. Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Hakim, dll). Apa syarat Taubat itu hanya Menyesal saja? Tidak ada yang lain? Bagaimana? Bukan begitu, tapi “rukun Taubat yang terpenting ialah menyesal”.
  2. Menghentikan perbuatan maksiat itu jika sedang dikerjakan. Seperti perkataan Syeikh Dzun Nun al-Mishry: “Taubat dengan tidak mencabut akar-akar maksiat adalah taubat kaum pembohong”. (Risalah al-Qusyairiyah). Jadi, orang-orang yang sedang Taubat harus menjauhkan diri dari pergaulan dan tempat yang bisa menimbulkan kembali perbuatan maksiat.
  3. Berkemauan dengan sungguh-sungguh atau berjanji kepada Allah Swt. bahwa dosa itu akan diperbuat lagi.

Jika dosa itu berhubungan dengan manusia (orang lain), umpamanya penghinaan, fitnah, pencurian, pembunuhan danlainlain, maka syarat taubat tersebut diatas ditambah satu lagi, yaitu:

  1. meminta maaf kepada yang bersangkutan dan mengembalikan harta yang dicuri kepada pemiliknya.

Dalam kitab Ihya ‘UlumuddinImam Ghazali Rhm., diriwayatkan bahwa Imam Hasan al-Bashri ra. mengatakan: “Ketika Allah Swt. menerima penyesalan dari Adam, para malaikat memberkati dia (Adam as.) dan Malaikat Jibril dan Mikail datang kepadanya dan berkata: Wahai Adam, Allah Swt. menerima tobat dan menyejukan mata (kesedihan) mu. Adam as. mengatakan: Hai Jibril, apa yang akan menjadi kedudukanku jika setelah penerimaan pertobatan ini beberapa pertanyaan akan ditanyakan? Allah Swt. kemudian mengungkapkan kepadanya: Hai Adam, akan datang kesedihan dan kesulitan atas pengikutmu dan pertobatan akan terbuka bagi mereka. Siapapun di antara mereka yang akan bertobat. Aku akan menerima pertobatan mereka sebagaimana Aku menerima (pertobatan) mu. Barangsiapa mencari pengampunan-Ku. Aku tidak akan kikir dalam menerima pengampunannya karena Aku dekat dan menerima do’a. Hai Adam, ketika Aku kelak akan membangkitkan orang-orang yang bertobat, mereka akan tersenyum dan bahagia menikmatinya dan pertobatan mereka akan diterima”.

Nabi Adam as. taubat kepada Allah Swt. bukan karena dosa, tetapi karena beliau lupa akan perintah Allah Swt (baca QS. Thaahaa [20] : 115). yang melarang memakan buah khuldi. Maka beliau as. taubat karena kelupaan itu. Sedangkan Iblis melakukan dosa karena takabur “kesombongan” nya.

 **  ﻓﺘﻠﻘﻰ آدم ﻣﻦ رﺑﻪ ﳇﻤﺎت ﻓﺘﺎب ﻋﻠﻴﻪ اﻧﻪ ﻫﻮاﻟﺘﻮاب اﻟﺮﺣﲓ

“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat[40] dari Tuhannya, Maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Baqarah [2] : 37)

[40] Tentang beberapa kalimat (ajaran-ajaran) dari Tuhan yang diterima oleh Adam sebahagian ahli tafsir mengartikannya dengan kata-kata untuk bertaubat.

Nyatanya Nabi Adam as. menghafal beberapa kalimat dari Tuhannya supaya dengan sebab kalimat tersebut bisa diterimanya taubat bagi Nabi Adam dan juga bagi anak-anaknya. Menurut pendapat Sa’id bin Jubair ra. menurut riwayat dari Ibnu ‘Abbas ra, bahwa kalimat (do’a 1) itu adalah :

لااله الا أنت سبحانك وبحمدك عملت سوءا وظلمت نفسى فاغفرلى إنك أنت خير الغافرين

Laa Ilaaha Illa Anta Subhaanaka Wabihamdika ‘amiltu suu-an wa zhalamtu nafsii faghfirlii innaka Anta khairul Ghaafiriin.

لااله الا أنت سبحانك وبحمدك عملت سوءا وظلمت نفسى فارحمنى إنك أنت خير الراحمين

Laa Ilaaha Illa Anta Subhaanaka Wabihamdika ‘amiltu suu-an wa zhalamtu nafsii farhamnii innaka Anta khairur-Raahimiin.

لااله الا أنت سبحانك وبحمدك عملت سوءا وظلمت نفسى فتب علي إنك أنت التواب الرحيم

Laa Ilaaha Illa Anta Subhaanaka Wabihamdika ‘amiltu suu-an wa zhalamtu nafsii fatub ‘alayya innaka Antat-Tawwaabur-Rahiim.

Dan menurut pendapat dua Imam Mujahid dan Qatadah, kalimat (do’a 2) tersebut adalah:

رﺑﻨﺎ ﻇﻠﻤﻨﺎ اﻧﻔﺴﻨﺎ وانﱂ ﺗﻐﻔﺮﻟﻨﺎ وﺗﺮﺣﻤﻨﺎ ﻟﻨﻜﻮﻧﻦ ﻣﻦاﳋﺎﺳﺮﻳﻦ

“Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. al-A’raaf [7] : 23)

Hafalkan kemudian amalkan kalimat do’a (1 & 2) taubat diatas, mudah-mudahan kita semua termasuk hamba-hamba Allah Swt. yang mendapatkan pengampunan-Nya dan meraih ridha-Nya. Amin. ** Wallahu A’lam. Tafsir Munir – Syeikh Imam Nawawi al-Bantani.

Jika ada orang yang bebas dari dosa, dia tetap tidak bebas dari pikiran dosa, ia tidak bebas dari godaan/intrik Iblis seperti pikiran kotor yang membuatnya melupakan Allah. Tujuan dari taubat adalah kembali dari dosa. Bagi para Nabi, kekurangan membayarkan kewajiban kehambaan itu sudah Beliau anggap dosa padahal bagi kita belumlah (menganggap) dosa.

Dalam Ihya ‘Ulumuddin, Nabi Saw. berkata: “Iblis selalu berkeliling (thawaf) dalam pikiranku, karenanya aku mencari/meminta pengampunan kepada Allah sebanyak tujuh puluh kali”.

ﻭﻋﻦ ﺃﰉ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻰﺍﷲ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ : ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝﺍﷲ ﺻﻠﻰﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ : ﻭﺍﷲ ﺇﱏ ﻷﺳﺘﻐﻔﺮﺍﷲ ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺇﻟﻴﻪ ﰱﺍﻟﻴﻮﻡ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺳﺒﻌﻴﻦ ﻣﺮﺓ .ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ , ﺟﻮﺍﻫﺮﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ

“Dari Abu Hurairah ra. beliau berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. berkata: Demi Allah, saya tobat minta ampun kepada Allah dalam sehari lebih banyak dari 70 kali”. (HR. Bukhari).

ﻭﻋﻦ ﺍﻷﻏﺮ ﺍﺑﻦ ﻳﺴﺎﺭ ﺍﻟﻤﺰﱏ ﺭﺿﻰﺍﷲ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ : ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝﺍﷲ ﺻﻠﻰﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻳﺎﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺗﻮﺑﻮﺍ ﺇﱃﺍﷲ ﻭﺍﺳﺘﻐﻔﺮﻭﻩ ﻓﺈﱏ ﺃﺗﻮﺏ ﰱﺍﻟﻴﻮﻡ ﻣﺎﺋﺔ ﻣﺮﺓ. ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ , ﺩﻟﻴﻞﺍﻟﻔﺎﻟﺤﻴﻦ

“Dari Aghar bin Yassar al-Muzzani ra. beliau berkata: Berkata Rasulullah Saw.: Hai manusia, tobatlah kamu dan minta ampunlah kepada Allah, saya pun tobat (minta ampun) 100 kali dalam sehari”. (HR. Muslim)

واستغفرواالله إن الله غفور رحيم

“Dan mintalah ampun kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. 73 : 20)

Memintalah ampun kalian semua kepada Allah dengan Lisan disertai Taubat dengan Hati. Yang dinamakan Taubat itu adalah penyesalan seseorang atas tiap-tiap ketha’atan kepada Allah yang dilakukan dengan sembarangan (asal/sembrono), juga berencana/azam untuk melaksanakannya dengan sungguh-sungguh (tidak sembarangan) serta mempunyai tujuan dengan ksungguhannya tersebut untuk meraih Keridhoan Allah Ta’ala. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi segala dosanya orang-orang yang meminta ampun, lagi Maha Penyayang, artinya Yang memberikan ni’mat bagi orang-orang yang meminta ampun.

Orang-orang yang sedang taubat harus menjauhkan diri sejauh-jauhnya dari tempat-tempat yang bisa menimbulkan maksiat dan menjauhkan diri dari pergaulan dengan orang-orang atau pelaku maksiat dan menghancurkan semua benda yang bisa menarik kembali kepada perbuatan maksiat. Untuk mengganti pergaulan maksiat yang bobrok itu, haruslah bergaul dengan orang-orang baik, dengan orang-orang shaleh, pergi ke tempat yang baik-baik, seperti ke masjid, ke majlis taklim atau ke pesantren untuk mencari dan mendengarkan nasihat hikmah yang baik-baik sambil terus menerus berusaha memperbaiki diri.

ﺇﻟﻬﻰ ﻟﺴﺖ ﻟﻠﻔﺮﺩﻭﺱ ﺃﻫﻼ , ﻭﻻ ﺃﻗﻮﻯ ﻋﻠﻰ ﻧﺎﺭ ﺍﻟﺠﺤﻴﻢ , ﻓﻬﺐﱃ ﺗﻮﺑﺔ ﻭﺍﻏﻔﺮ ﺫﻧﻮﰉ , ﻓﺈﻧﻚ ﻏﺎﻓﺮ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﺍﻟﻌﻆﻴﻢ.

Ya Tuhanku, aku tak berhak masuk ke surga-Mu.

Tetapi aku pun tak kuat masuk ke neraka-Mu.

Terimalah tobat dan ampunilah dosaku.

Sesungguhnya Engkau mengampuni semua dosa bagaimanapun besarnya.

(Munajat / I’tirof Abu Nawas)

Ya Allah sungguh hamba ini masih merasa nyaman dengan maksiat dan menyangka bagus akan amal shaleh hamba yang sedikit. Ampunilah hamba! Berilah keresahan dalam maksiat dan ketenangan dalam ta’at.

Sekian dan cukup tentang Taubat. Semoga bermanfaat. Jika masih ada yang kurang jelas tanyakan kepada ‘Ulama/Ustadz. Jadi, kapan mau mulai bertaubat? Menunggu tua, yakin umur sampai?

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Februari 6, 2013, in Oase and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: