Dialog (Memori)


Beberapa hari lalu, saya tetiba teringat sebuah dialog dengan teman beberapa tahun lalu yang terjadi diatas motor yang melaju menuju terminal Lw. Panjang : “Saya selalu ingin kembali ke kota ini, karena disini saya menemukan kembali sebentuk Cinta pada sesosok perempuan, jika boleh berharap semoga dia jodohku, bisa menjadi pendampingku selamanya, jika tidak pun ya tak mengapa” / “Amin. Ucap temanku sambil terus berkonsentrasi menahkodai kendaraan” — Dan, kini semuanya hanya tinggal mimpi dan penyesalan.

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Juli 17, 2013, in Goresan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: