Mendengar


Tidak semua perlu dikomentari, bahkan ketika kita dicurhati seorang teman pun, sekiranya pencurhat tidak perlu-perlu amat komentar apalagi solusi dari kita terhadap masalah yang dialaminya, barangkali hanya kesediaan kita untuk mendengar masalahnya. Semua senang berbicara (apalagi saya) tentang sesuatu, tapi enggan bersedia mendengarkan. ****
Diam, dengarkan, dan patuhlah terhadap sesuatu yang telah ditetapkan atasmu”.

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Agustus 5, 2013, in Goresan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: