Upayakan Dialog


Terkadang bukan “sesuatu” yang salah atau tidak relevan, tapi barangkali kadar pemahaman, cara pandang yang tidak fleksibel bahkan relevan. Maka ketika menghadapi “sesuatu” yang dianggap masalah itu, perlu mengupayakan selalu dialog -argumen yang asyik- biar masalah selesai, yang tidak puas bisa bertanya bukan sikap sentimen. Sebab klo sudah ada sikap sentimen dalam diri, biasanya muncul rasa gengsi, klo sudah mulai gengsi lanjut emosi, klo sudah emosi ya jelas itu sih ngambek. Mengedepankan sentimen hanya menimbulkan resah, gelisah, dan masalah tidak selesai, bahkan bisa jadi bahan tertawaan orang yang berada diluar pagar.

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on September 4, 2013, in Goresan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: