Tentang: Kedermawanan


“Wahai, Pejalan. Hati yang dermawan senantiasa punya sesuatu untuk diberikan. Orang yang mera tidak punya sesuatu yang bisa diberikan adalah orang ruhnya menderita. Bukan kekurangan materi yang
menyebabkan kemiskinan spiritual, juga bukan do’a, puasa, dan sedekah saja. Yang membuatmu fakir adalah keterlenaanmu pada pemuasan diri sendiri. Ketahuilah, bahwa semakin sedikit engkau dibebani oleh rasa memiliki, semakin ringan beban nafsumu yang selalu minta dipuaskan. Nafsumu terhadap dunia takut kalau-kalau jalan Tuhan yang penuh rahmat ini akan membuatmu melarat. Dengan senantiasa berzikir dan
bertafakur, hati akan terlepas dari belenggu duniawi yang penuh ilusi. Lalu tanganmu akan melepaskan keserakahanmu pada dunia, dan engkau akan menggantungkan diri hanya pada-Nya semata.”

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on November 13, 2013, in Oase and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: