Memahami Perasaan Bathin Manusia (Khawatir bag.1)


–Ismail Fajrie Alathas (@ifalatas)–

Memahami #khawatir (pikiran batin manusia) adalah salah satu tujuan utama para pengembara spiritual. #hawatir adalah pikiran batin manusia yang memunculkan aksi. Ia adalah pikiran dlm benak yang membuka lebar pintu aksi. Bukankah segala aksi manusia muncul dari # khawatir? Manusia diciptakan tuk mengabdi Sang Pencipta, dan mengabdi adalah aksi. Maka aksi pengabdian seorang hamba mengindikasikan kesehatan #khawatir nya. Karena pentingnya relasi antara aksi dan #khawatir, maka para Sufi memfokuskan pikiran mereka untuk memahami hakikat #khawatir. Mengenal #khawatir wajib bukumnya bagi para Sufi… Ia merupakan bagian dari mengenal Sang Pencipta dan Sang Kekasih Saw. Seorang ulama bahkan sempat menyatakan bahwa hukum mengenal #khawatir wajib bagi seluruh kaum Muslimin. Ia berpendapat bahwa yang dimaksud oleh Sang Kekasih Saw. dalam hadits “menuntut ilmu fardhu bagi seluruh Muslim” adalah ilmu tentang #khawatir. Basis pendapatnya adalah dikarenakan #khawatir mendorong aksi, maka memahami aksi harus didahului memahami #khawatir. Tetapi, mayoristas para ulama Sufi tidak mewajibkan ilmu tentang #khawatir untuk seluruh kaum Muslimin. Ilmu tentang #khawatir hanya untuk kaum elit. Tidak semua manusia memiliki keseriusan dalam memahami dirinya sendiri.. Khususnya pemikiran dan #khawatir nya. Maka memahami #khawatir adalah bagian dari fadhail.. Kebajikan untuk mereka yang mampu dan mau mencapainya, bukan untuk semua orang. #Khawatir seperti biji.. Sebagian menumbuhkan batang kebahagian, sedang sebagian lain menumbuhkan kenestapaan. #Khawatir yang menumbuhkan kebahagiaan adalah #khawatir yang datang dari Yang Maha Pengasih dan para malaikat-Nya. #Khawatir yang membawa
kenestapaan datang dari ego pribadi diri, kecuali saat jiwanya telah mencapai ketenangan. #Khawatir yang membawa nestapa juga muncul dari bisikan dan godaan setan dengan segala tipu dayanya. Terkadang, setan membisikkan #khawatir yang baik pada seseorang dalam upaya
penipuannya. Terkadang, setan juga membisikkan #khawatir yang baik untuk memalingkannya dari hal-hal yang lebih baik. Karena keterkaitan antara #khawatir dan kebahagiaan/nestapa inilah, para Sufi mewajibkan ilmu mengenal #khawatir bagi diri mereka sendiri. Dan dari mereka yang telah mengenal #khawatir, kita dapat belajar dalam upaya mengenal diri sendiri. Kawan-kawan, masalah #khawatir ini pelik dan agak njlimet, jadi nanti kita bahas pelan-pelan. Pada gilirannya nanti pertanyaan-pertanyaannya akan terjawab. Menarik bahwa bahasa Indonesia tetap menggunakan kata #khawatir sebagai anxiety. Kalau dalam bahasa Arab makna #khawatir lebih umum: “apa saja yang terbersit (khatarat) dalam benak manusia, baik positif/negatif. #Khawatir lebih mirip involuntary thought.. Pikiran yang terbersit tiba-tiba tanpa daya/upaya dari si individu.

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Maret 13, 2014, in Oase. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: