Certita Kita [ngawur)


seperti puzzle cerita kita berserak, keping-keping terlempar menjadi rumit, air mata dan kerinduan, harapan dan kenyataan, bertabrakan berbenturan menjadi abstrak, absurd, dan tak jelas, dalam pandanganmu ada lukisan pelangi, dalam duniaku benang-benang kusut menjerat, begitu sulit menautkan perasaan, luka dan melukai, curiga dan memprasangkai, aku berharap kita tetap saudara, bertemu dan berpisah, seperti semula saat tak pernah lahir luka, aku mengerti tentang air mata yang tak berhenti, tetapi matahari akan terbit lebih terang dan berpijar, jangan tenggelam dalam gelap dan sepi, kamu hanya ingin melukai diri sendiri, untukmu selalu do’aku, biar aku belajar mengenalmu dengan tulus, menjadi saudara rahasia sepanjang perjalanan dunia, mengenangmu tanpa wajah tanpa bentuk, hanya kepedulian cinta dan kasih sayang, jika hanya luka akibat dari perjumpaan, biar hilang dan pergi keberadaan.

haa .. haa .. ngawur!

About Tirtayasa

The short command save my keystrokes but don't my brain.

Posted on Mei 7, 2014, in Goresan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

rommypujianto

photographs of thousand words

wulanpurnamawita26

Just another WordPress.com site

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

Catatan Tirtayasa

the short command save my keystrokes but don't save my brain

%d blogger menyukai ini: